Penyimpangan Sosial: Pengertian, Ciri, Bentuk, Jenis, Faktor

3 min read

Penyimpangan sosial

Penyimpangan sosial merupakan perilaku yang melanggar nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat, hal tersebut meliputi nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan. Tindakan tersebut dinilai tidak sesuai dengan kebiasaan yang terdapat dalam masyarakat.

Nah, untuk mengetahui lebih lengkap mengenai penyimpangan sosial, berikut Tamilchill akan menguraikannya.

Pengertian Penyimpangan Sosial Menurut Para Ahli

contoh penyimpangan sosial

Para ahli memiliki teori tersendiri mengenai perilaku menyimpang, berikut pengertiannya:

1. James Vander Zanden

Perilaku menyimpang menurut James Vander Zanden adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang.

2. Robert M.Z. Lawang

Robert M.Z. Lawang berpendapat, penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut.

3. Bruce J. Cohen

Bruce J. Cohen mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.

4. Soerjono Soekanto

Sedangkan Soerjono Soekanto memiliki pendapat tersendiri mengenai penyimpangan sosial, beliau berpendapat bahwa perilaku menyimpang dapat dimaknai sebagai kecenderungan untuk menyimpang dari suatu norma atau tidak patuh terhadap norma tertentu.

5. Paul B. Horton

Menurut Paul B. Horton, perilaku penyimpangan merupakan setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat.

Ciri-Ciri Penyimpangan Sosial

Berikut ciri-ciri perilaku menyimpang menurut Paul B. Horton:

1. Penyimpangan harus dapat didefinisikan

Dikatakan menyimpang atau tidaknya semua perilaku, harus dapat dinilai berdasarkan kriteria tertentu dan diketahui penyeba penyimpangannya.

2. Penyimpangan dapat diterima atau dapat juga ditolak

Tidak selamanya perilaku menyimpang itu negatif, ada kalanya penyimpangan dapat diterima oleh masyarakat, misalnya wanita karir. Adapun pembunuhan, perampokan, dan sejenisnya merupakan tindakan menyimpang yang ditolak masyarakat.

3. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak

Semua orang pernah melakukan tindakan menyimpang, namun masih pada batas-batas tertentu yang bersifat relatif untuk semua orang. Dikatakan relatif karena perbedaannya hanya pada frekuensi dan kadar penyimpangan.

4. Penyimpangan terhadap budaya nyata atau budaya ideal

Budaya ideal merupakan segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Akan tetapi, faktanya tidak ada seorang pun yang patuh terhadap segenap peraturan resmi tersebut karena antara budaya ideal dengan budaya nyata selalu terjadi kesenjangan.

5. Adanya norma-norma penghindaran dalam penyimpangan

Norma penghindaran merupakan pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka, tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakukan secara terbuka. Jadi, norma-norma penghindaran merupakan bentuk penyimpangan perilaku yang bersifat setengah melembaga.

6. Penyimpangan sosial bersifat adaptif (menyesuaikan)

Penyimpangan sosial tidak selamanya menjadi ancaman. Terkadang, perilaku tersebut dapat dianggap sebagai alat pemikiran stabilitas sosial.

Bentuk Penyimpangan Sosial

bentuk penyimpangan sosial

Bentuk perilaku menyimpang terbagi menjadi dua, yaitu berdasarkan sifat dan pelaku. Berikut penjelasannya:

Berdasarkan sifatnya

  • Positif: Perilaku menyimpang yang memiliki dampak positif terhadap sistem sosial karena dianggap ideal dalam masyarakat.
  • Negatif: Perilaku ini berwujud dari tindakan ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan tercela karena tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Berikut bentuk penyimpangan yang bersifat negatif:

  • Primer: Penyimpangan ini bersifat sementara (temporer). Orang yang melakukannya masih tetap dapat diterima oleh kelompok sosialnya karena tidak secara terus menerus melanggar aturan. Seperti contoh melanggar rambu lalu lintas atau pernah meminum minuman keras di suatu pesta.
  • Sekunder: Penyimpangan yang dilakukan oleh pelakunya secara terus menerus meskipun telah diberikan sanksi-sanksi. Maka dari itu itu, setiap pelaku secara umum dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. Seperti contoh siswa yang selalu mencontek pekerjaan temannya.

Berdasarkan pelakunya

  • Individu: Penyimpangan yang dilakukan secara individu atau sendiri. Hanya satu individu saja yang terlibat berlawan dengan norma-norma yang berlaku.
  • Kelompok: Penyimpangan yang terjadi jika tindakannya dilakukan secara bersama-sama di suatu kelompok tertentu.
  • Campuran: Penyimpangan yang dilakukan oleh suatu golongan sosial yang memiliki organisasi yang rapi, sehingga individu maupun kelompok didalamnya patuh dan tunduk kepada norma golongan dan mengabaikan norma masyarakat yang berlaku.

Penggolongan Perilaku Menyimpang

  1. Tindakan non-conform: Tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku. Contohnya: Meninggalkan jam-jam pelajaran, mengenakan sandal jepit ke sekolah, merokok di area larangan merokok, membuang sampah bukan pada tempatnya, dan lain sebagainya.
  2. Tindakan antisosial: Tindakan yang melawan kebiasaan masyarakat atau kepentingan umum. Bentuk tindakan tersebut antara lain: Menarik diri dari pergaulan, tidak mau berteman, keinginan untuk bunuh diri, minum-minuman keras, menggunakan narkotika, dan lain-lain.
  3. Tindakan kriminal: Tindakan yang terbukti nyata melanggar hukum tertulis dan mengancam jiwa atau keselamatan orang lain. Misalnya: Pencurian, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, korupsi, dan lain-lain.

Jenis-Jenis Perilaku Menyimpang

penyebab penyimpangan sosial

Terdapat 5 macam jenis kejahatan dalam perilaku menyimpang, berikut macam-macamnya:

  1. Kejahatan tanpa korban (crime without victim): Kejahatan yang tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana orang lain. Contohnya berjudi, minum-minuman keras, penyalahgunaan narkotika, dan sebagainya.
  2. Kejahatan kerah biru (blue collar crime): Kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang golongan rendah. Contohnya mencuri jemuran, mencuri sandal di masjid, dan sebagainya.
  3. Kejahatan kerah putih (white collar crime): Kejahatan yang mengacu pada kejahatan orang-orang terpandang atau berstatus tinggi. Contohnya korupsi, kolusi.
  4. Kejahatan korporat (corporate crime): Jenis kejahatan yang dilakukan atas nama organisasi dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian. Contohnya, suatu perusahaan membuang limbah beracun ke sungai yang mengakibatkan penduduk sekitar mengalami berbagai jenis penyakit.
  5. Kejahatan terorganisir (organized crime): Pelaku kejahatan yang merupakan komplotan secara berkesinambungan dan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum. Contohnya komplotan korupsi, penyediaan jasa pelacur.

Faktor-Faktor Penyebab Penyimpangan Sosial

Terdapat dua faktor perilaku penyimpangan, berikut penjelasannya:

  • Faktor internal: Penyebab perilaku penyimpangan ini meliputi intelegensi atau tingkat kecerdasan, usia, jenis kelamin, dan kedudukan seseorang dalam keluarga. Contohnya adalah seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia.
  • Faktor eksternal: Sebab dari penyimpangan ini adalah kehidupan rumah tangga, atau keluarga, pendidikan di sekolah, pergaulan, dan media massa. Contohnya adalah seorang yang sering melihat orang tuanya bertengkar dan memilih obat-obatan atau narkoba sebagai pelariannya.

Pencegah Penyimpangan Sosial

Pencegahan perilaku penyimpangan sosial dilakukan seseorang agar tidak berada dalam suatu kondisi yang merugikan, dan berperan dalam pembentukan sikap dan perilaku seseorang. Berikut faktor pencegah dalam perilaku menyimpang:

  • Faktor keluarga: Keluarga merupakan awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang. Kepribadian seorang dapat terbentuk dengan baik apabila lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik, begitu juga sebaliknya.
  • Faktor lingkungan dan teman: Lingkungan tempat tinggal juga mampu mempengaruhi kepribadian seseorang dalam melakukan perilaku penyimpangan. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik, warganya taat dalam melakukan ibadah agama, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik, begitu juga sebaliknya.
  • Faktor sekolah: Sekolah menjadi faktor dalam mencegah penyimpangan sosial, karena disekolah juga dibekali pendidikan moral selain dari pendidikan umum.
  • Faktor media massa: Media massa menjadi suatu wadah sosialisasi pencegahan penyimpangan yang mempengaruhi kehidupan seseorang. Maka dari itu, pilahlah media massa yang memuat konten-konten positif agar terhindar dari perilaku penyimpangan.

Itulah rangkuman mengenai penyimpangan sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dibuatnya artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pemahaman Anda agar terhindar dari tindak perilaku penyimpangan.

Nah, Tamilchill juga menyajikan artikel mengenai pengertian komunikasi. Komunikasi yang baik, dapat menimbulkan hal baik juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *