Pengertian Norma: Tujuan, Fungsi, Macam, Contoh, Sanksi

6 min read

Pengertian norma

Norma merupakan sebuah aturan, kaidah, ketentuan, syarat, atau kriteria yang memuat nilai tertentu yang wajib dipatuhi masyarakat dalam bertindak, berinteraksi, dan bertingkah laku antar individu sehingga tercipta masyarakat yang aman, tertib, dan teratur. Mungkin sebagian dari Anda bertanya, apa pengertian norma secara bahasa?

Norma diambil dari bahasa Belanda yaitu ‘norm’ yang memiliki makna pedoman, patokan, atau pokok kaidah. Namun, pendapat lain mengatakan norma berasal dari bahasa Latin yaitu ‘mos’ yang merupakan bentuk jamak dari kata mores, memiliki arti adat istiadat, kelakuan, atau kebiasaan.

Sedangkan pengertian norma secara umum adalah tatanan atau pedoman yang diciptakan manusia sebagai makhluk sosial yang sifatnya memaksa atau manusia wajib tunduk pada peraturan tersebut.

Pengertian Norma Menurut Para Ahli

pengertian norma menurut para ahli

1. Isworo Hadi Wiyono

Pengertian norma menurut Isworo Hadi Wiyono adalah peraturan atau petunjuk hidup yang memberi gambaran perbuatan mana yang boleh dijalankan dan perbuatan mana yang harus dihindari demi mewujudkan ketertiban dan keteraturan dalam masyarakat.

2. John J. Macionis

John J. Macionis berpendapat bahwa pengertian norma merupakan aturan-aturan dan harapan-harapan masyarakat yang memandu sebuah perilaku anggota-anggotanya.

3. E. Ultrecht

Pengertian norma menurut beliau yaitu semua petunjuk hidup yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat atau bangsa yang mana peraturan itu diwajibkan untuk ditaati oleh setiap masyarakat, jika ada yang melanggar maka terdapat konsekuensi dari pemerintah.

4. Bagja Waluyo

Menurut Bagja Waluyo, pengertian norma merupakan wujud atau bentuk nyata dari nilai yang merupakan acuan atau pedoman berisikan tentang keharusan berperilaku bagi setiap manusia.

5. Robert Mz. Lawang

Pengertian norma dari Robert Mz. Lawang adalah suatu patokan dalam berperilaku yang memungkinkan seseorang menentukan apakah tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain yang juga merupakan ciri bagi orang lain untuk menolak atau mendukung dari perilakunya.

Jika Anda ingin memahami lebih dalam tentang norma, berikut uraian dari Tamilchill.

Tujuan Norma

Tujuan dari adanya norma yaitu untuk menciptakan ketertiban dan kedamaian dalam pergaulan hidup masyarakat. Dengan menjunjung tinggi norma, maka tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menjadi aman, tertib, rukun dan damai. Masyarakat yang patuh terhadap norma yang berlaku dapat membentuk suasana kehidupan yang adil.

Fungsi Norma

Kehadiran norma – norma  dalam kehidupan manusia menjadi tanda bahwa manusia merupakan makhluk yang memiliki  kemampuan berpikir dan bertindak untuk mengatur diri agar memiliki kehidupan yang aman, tertib, dan terkendali.

Norma memiliki beberapa fungsi seperti berikut:

  1. Menciptakan keadilan dan ketertiban dalam masyarakat.
  2. Mengatur tingkah laku masyarakat agar sesuai dengan norma yang berlaku.
  3. Membantu mencapai tujuan bersama masyarakat.
  4. Menjadi dasar untuk memberikan sanksi kepada warga masyarakat yang melanggar norma.

Pentingnya Norma dalam Kehidupan Bermasyarakat

  • Membatasi, mengatur tingkah laku seseorang agar tidak semena-mena
  • Menciptakan kehidupan yang aman, tertib, serasi, selaras, dan seimbang
  • Membentuk budi pekerti manusia yang baik, patuh, sadar akan hukum, dan memiliki akhlak mulia

Macam-Macam Norma

Norma yang berlaku di masyarakat umumnya terdapat dua jenis, yaitu norma formal dan norma non formal.

a. Norma Formal

Norma formal merupakan aturan-aturan yang berjalan sesuai dengan ketentuan, ketetapan, dan peraturan yang bersumber dari lembaga resmi negara dan tertulis yang wajib dilaksanakan oleh seluruh warga negara atau seluruh lapisan masyarakat yang berada di wilayah negara tanpa ada pengecualian. Seperti contoh:

  • Aturan keputusan presiden
  • Aturan tentang tegaknya hukuman mati dari presiden
  • Aturan mengenai isi undang undang dasar 1945
  • Aturan keputusan majelis ulama indonesia, dan lain-lain

b. Norma non Formal

Norma non formal adalah suatu aturan yang berlaku sesuai dengan peraturan yang tidak diwajibkan secara tegas agar dilakukan oleh segenap warga negara Indonesia, tetapi hanya berlaku pada daerah tertentu atau golongan tertentu yang diperkuat oleh tradisi mereka masing masing. Seperti contoh:

  • Aturan yang dibuat untuk keharmonisan dalam rumah tangga
  • Aturan yang dibuat untuk kedisiplinan dalam lingkup sekolah
  • Aturan yang dibuat untuk menyambut pernikahan, pesta ulang tahun, dan lain-lain

Berikut penjelasan mengenai norma yang berlaku di masyarakat

1. Norma Agama (Norma Tertinggi)

pengertian norma agama

Norma agama yaitu ketentuan hidup yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa, isinya berupa larangan, perintah-perintah, dan ajaran. Norma agama berasal dari wahyu Tuhan dan mempunyai nilai yang fundamental yang mewarnai berbagai norma lainnya, seperti norma kesopanan, norma hukum, dan norma kesusilaan.

Ciri – ciri norma agama:

  • Bersumber dari wahyu Tuhan
  • Bersumber dari kaidah agama
  • Bersifat global, yaitu dapat dilaksanakan oleh seluruh manusia didunia
  • Norma agama tidak akan berubah selamanya

Contohnya:

a. Menjalankan apa yang diperintahkan

  • Bersedekah kepada orang lain
  • Mendoakan yang baik-baik untuk orang lain
  • Menolong orang yang sedang tertimpa musibah
  • Melakukan hal baik kepada seluruh manusia

b. Tidak menjalankan apa yang diperintahkan

  • Durhaka kepada orang tua
  • Acuh dengan penderitaan orang lain
  • Selalu bersikap buruk kepada orang lain
  • Tidak pernah bersedekah

Bagian dari norma agama

Berikut sedikit penjelasan mengenai bagian norma agama yang ada di lingkup masyarakat:

Norma Berdagang

Kita akan mengambil contoh dari berdagang, berdagang adalah aturan yang berjalan sesuai dengan ketetapan yang berlaku antara penjual dan pembeli. Dalam hal ini, jika kita melanggar maka Tuhan telah mempersiapkan balasan yang setimpal kepada pihak yang berlaku curang.

Contohnya:

  • Pembeli membayar dengan uang palsu
  • Pedagang mencurangi timbangan
  • Pedagang menjual barang palsu

2. Norma Kesusilaan

pengertian norma kesusilaan

Norma Kesusilaan yaitu aturan yang berjalan dan dilakukan dengan hati nurani yang tulus. Jika kita melanggar, berarti kita sudah siap untuk tidak dipercayai kembali oleh orang lain dan dinilai sebagai manusia yang tidak baik. Norma ini memiliki fungsi agar terciptanya rasa saling menghargai.

Ciri-ciri norma kesusilaan:

  • Bersumber dari hati yang paling tulus, bukan karena paksaan orang lain maupun golongan
  • Bersifat mengikat walaupun tidak dalam bentuk tertulis oleh lembaga negara

Contohnya:

  • Menghormati ibadah agama orang lain
  • Menghargai karya orang lain
  • Bergaul tanpa memandang status
  • Menghormati sesama manusia

Bagian dari norma kesusilaan

Dibawah ini akan dijelaskan mengenai bagian yang tergolong dari norma kesusilaan:

Norma Pendidikan

Norma pendidikan merupakan aturan yang berjalan sesuai dengan ketetapan yang berlaku, jika dilanggar oleh para murid ataupun para guru, berarti mereka telah siap untuk mendapat sanksi yang telah ditetapkan undang undang pendidikan. Fungsinya norma pendidikan adalah terciptanya proses belajar yang aman, nyaman, dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri.

Contohnya:

  • Terjalinnya kasih sayang antara murid dan guru
  • Murid menghormati guru
  • Tidak mencontek saat ujian berlangsung
  • Tidak semena-mena terhadap para murid

3. Norma Kesopanan

pengertian norma kesopanan

Norma kesopanan adalah ketentuan hidup yang berasal dari pergaulan dalam masyarakat. Dasar dari norma kesopanan adalah kebiasaan, kepantasan, dan kepatutan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering dinamakan sopan santun, tata krama, atau adat istiadat.

Ciri-ciri norma kesopanan:

  • Dilakukan dengan inisiatif tanpa ada paksaan dari orang lain
  • Berlaku setiap hari secara terus menerus
  • Disesuaikan dengan lingkungan setempat

Contohnya:

  • Berpamitan ketika hendak berangkat ke sekolah
  • Dilarang merokok di area yang tidak dibolehkan untuk merokok
  • Memakai pakaian yang rapi ketika di sekolah

Bagian dari norma kesopanan

Berikut sedikit contoh mengenai norma kesopanan yang masih berlaku di lingkungan masyarakat

Norma Rumah Tangga

Norma rumah tangga adalah aturan yang berjalan sesuai dengan kedisiplinan  yang sudah diwajibkan didalam keluarga dan berlaku bagi para penghuninya. Aturan yang berlaku selalu berbeda di setiap keluarga, tetapi bertujuan agar keadaan rumah selalu aman dan nyaman.

Contohnya:

  • Hormat kepada orang tua
  • Menyayangi kakak maupun adik
  • Berpamitan ketika keluar rumah

4. Norma Hukum

pengertian norma hukum

Norma hukum berjalan sesuai dengan aturan atau pedoman hidup yang sudah ditetapkan dalam pemerintah dan undang undang negara. Jika melanggar, berarti kita sudah siap untuk mendapatkan hukuman berupa penjara (pidana) atau denda uang yang tidak sedikit (perdata). Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya kriminalitas dilingkungan masyarakat.

Ciri-ciri norma hukum:

  • Mempunyai ketetapan dan aturan yang mengikat dan menjerat
  • Tidak memandang tingkat sosial seseorang
  • Mempunyai  tingkat hukuman yang berat
  • Aturan dibuat oleh penguasa

Contohnya:

  • Melakukan tindak pembunuhan
  • Bandar narkoba
  • Melakukan pencurian
  • Berbuat hal yang tidak senonoh

Bagian dari norma hukum

Berikut penjelasan ringkas mengenai norma hukum yang diberlakukan di lingkungan masyarakat.

Norma Hutang Piutang

Hutang piutang merupakan sebuah aturan yang berjalan sesuai dengan ketetepan oleh kedua belah pihak yang telah sama-sama sepakat oleh hal yang telah disetujui. Jika salah satu pihak melakukan suatu pelanggaran hukum mengenai masalah tersebut maka hukum telah mengintainya. Fungsi dari norma ini adalah tercipta rasa persaudaraan, saling membantu, kejujuran, tidak merugikan orang lain.

Contohnya:

  • Jika si penghutang memaksa menyita rumah dengan melakukan tindak kekerasan, maka dapat dijerat undang undang negara dengan tuduhan penganiayaan yang akan diganjar hukuman berupa penjara atau denda
  • Jika yang menghutang tidak membayar lalu melarikan diri, maka dapat dijerat undang undang Negara dengan tuduhan penipuan yang dapat dibawa ke tingkat hukum berupa krungan penjara atau denda

Sanksi Pelanggaran Norma

Setiap orang yang melanggar norma-norma yang telah ada, tentu akan mendapat sanksi yang setimpal dengan perbuatannya. Berikut beberapa sanksi disetiap norma yang berlaku di masyarakat.

1. Sanksi Norma Agama

  • Depresi
  • Goncangan jiwa
  • Perang batin hati nurani

2. Sanksi Norma Kesusilaan

  • Rasa malu
  • Penyesalan terhadap diri sendiri
  • Peneguran dari masyarakat

3. Sanksi Norma Kesopanan

  • Celaan dari masyarakat
  • Dikucilkan di lingkungan masyarakat
  • Diberikan peringatan

4. Sanksi Norma Hukum

  • Diserahkan kepada pihak yang berwenang
  • Dikenakan denda
  • Hukuman fisik (penjara atau mati)

Sikap Patuh Terhadap Norma

Berikut adalah perwujudan dari sikap patuh yang dapat dijadikan pegangan dalam perilaku hidup sehari-hari untuk mematuhi norma yang ada.

Beriman

  1. Berusaha memahami ilmu keagamaan secara mendalam.
  2. Menjalankan perbuatan amal saleh dan kebaikan.
  3. Menghindari sikap takabur, sombong, buruk sangka terhadap orang lain.
  4. Melaksanakan kewajiban ibadah.
  5. Percaya akan adanya balasan di akhirat.

Takwa

  1. Tidak tergoda untuk melakukan perbuatan tercela.
  2. Selalu mengajak melakukan kebajikan.

Pengabdian

  1. Selalu bersedia untuk membantu orang lain.
  2. Terbiasa bersikap dan beribadah dengan rasa tulus ikhlas tanpa pamrih.
  3. Merasa tergugah hatinya ketika melihat suatu hal yang kurang sesuai.

Tanggung Jawab

  1. Tidak melemparkan kesalahan pada orang lain.
  2. Terbiasa menyelesaikan tugas-tugas secara tepat waktu.
  3. Menghindari sikap lalai.

Hormat

  1. Menghindari sikap meremehkan peraturan.
  2. Selalu bersikap menghargai orang lain.
  3. Menaati semua peraturan yang berlaku.

Setia

  1. Selalu menepati janji.
  2. Berpegang teguh atas pendirian yang telah dikaji kebenarannya.

Tertib

  1. Menaati peraturan.
  2. Bersikap sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  3. Bertindak dengan sepatutnya.

Susila

  1. Menghindari sikap dan tindakan yang meremehkan orang lain.
  2. Tertib di setiap pergaulan.
  3. Bersikap dan bertindak secara sopan kepada orang lain.
  4. Menjunjung budi bahasa yang baik.

Sopan Santun

  1. Bertingkah laku yang baik.
  2. Berpakain sesuai adat yang berlaku.
  3. Menjaga lisan dari perkataan yang buruk.

Demokratis

  1. Selalu mengedepankan nilai-nilai kebersamaan.
  2. Menghormati hak dan kewajiban orang lain.
  3. Berbicara tanpa menggunakan emosi.

Sportif

  1. Bersifat ksatria dan jujur.
  2. Bersikap adil terhadap semua orang.
  3. Menjauhkan diri dari perilaku licik.

Taat Asas

  1. Mengedepankan aturan saat bertindak.
  2. Berpedoman terhadap aturan yang ada.
  3. Tidak egois dan ingkar janji.

Hargai tiap-tiap norma yang berlaku di lingkungan masyarakat guna mendapat kehidupan yang aman, damai, dan tenteram. Bagi para pelanggar norma maka akan mendapat sanksi yang sesuai dengan apa yang diperbuat. Maka dari itu, pahami pengertian norma demi kehidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *