Pengertian Hukum: Unsur, Ciri, Sifat, Tujuan, Fungsi, Sikap Patuh

5 min read

Pengertian hukum

Setiap negara tentu memiliki aturan hukum yang berlaku, termasuk di Indonesia. Hukum memiliki peranan penting dalam mengendalikan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Setiap apa yang diperbuat oleh manusia pasti akan dinaungi oleh yang namanya hukum. Namun, sudahkah Anda mengetahui pengertian hukum?

Pengertian hukum secara umum adalah suatu sistem peraturan yang di dalamnya terdapat norma-norma dan sanksi-sanksi yang memiliki tujuan untuk mengatur perilaku manusia, menjaga ketertiban dan keadilan, serta mencegah terjadinya kekacauan.

Ada juga yang berpendapat, hukum merupakan peraturan atau ketentuan tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur kehidupan masyarakat dan menyediakan sanksi bagi para pelanggarnya.

Pengertian Hukum Menurut Para Ahli

pengertian hukum menurut para ahli

Para ahli memiliki pendapat tersendiri mengenai hukum, berikut beberapa contohnya:

1. Plato

Pengertian hukum menurut Plato adalah seperangkat peraturan-peraturan yang tersusun dengan baik dan teratur yang mana sifatnya mengikat, baik terhadap hakim maupun masyarakat.

2. Achmad Ali

Achmad Ali berpendapat bahwa pengertian hukum merupakan seperangkat norma mengenai apa yang benar dan salah, yang dibuat dan diakui eksistensinya oleh pemerintah, baik yang tertulis maupun yang tidak, terikat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, dan dengan ancaman sanksi bagi pelanggar aturan norma itu.

3. Immanuel Kant

Pengertian hukum menurut Immanuel Kant adalah segala keseluruhan syarat dimana seseorang memiliki kehendak bebas dari orang yang satu sehingga dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang lain dan menuruti peraturan hukum tentang kemerdekaan.

4. Prof. Dr. Van Kan

Prof. Dr. Van Kan memiliki pendapat bahwa pengertian hukum merupakan keseluruhan peraturan hidup yang sifatnya memaksa untuk melindungi kepentingan manusia di dalam masyarakat suatu negara.

5. Borst

Pengertian hukum menurut Borst adalah keseluruhan peraturan bagi perbuatan manusia di dalam kehidupan bermasyarakat. Dimana pelaksanaannya bisa dipaksakan dengan tujuan mendapatkan keadilan.

Selengkapnya, berikut uraian mengenai hukum dari Tamilchill.

Pengertian Hukum Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hukum merupakan:

  1. Undang-undang, peraturan, dan sebagainya untuk mengatur kehidupan masyarakat.
  2. Peraturan atau adat, yang secara resmi dianggap mengikat dan dikukuhkan oleh penguasa, pemerintah atau otoritas.
  3. Keputusan (pertimbangan) yang ditentukan oleh hakim dalam pengadilan, vonis.
  4. Patokan (kaidah, ketentuan).

Unsur Hukum

pengertian hukum mengikat

Setidaknya terdapat 4 unsur yang terdapat dalam hukum, adapun beberapa unsur seperti dibawah ini:

1. Hukum Dibuat oleh Lembaga Khusus

Hukum dibuat oleh suatu lembaga atau badan resmi yang berwenang dalam urusan tersebut, dalam artian bukan dibuat oleh semua pihak. Seperti contoh Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang dibuat oleh Negara, yang dalam hal ini dijalankan oleh Badan Legislatif.

2. Mengatur Tingkah Laku 

Tujuan pokok dibuatnya hukum adalah untuk mengontrol tingkah laku seseorang dalam bermasyarakat. Jadi, setiap apa yang diperbuat oleh seseorang di dalam masyarakat telah diatur dalam hukum.

3. Peraturan Bersifat Memaksa

Hukum merupakan suatu aturan yang sifatnya memaksa. Setiap individu harus patuh terhadap hukum yang berlaku, dan jika melanggar maka akan dikenakan sanksi sesuai pelanggaran yang telah dilakukan.

Misalnya, aturan dalam lalu lintas yang mewajibkan untuk menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor. Jika si pengendara tidak menggunakan helm, maka konsekuensi yang didapatkan berupa tindakan tilang dari pihak berwajib.

4. Sanksi Bagi Pelanggar Hukum

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, para pelanggar hukum akan mendapatkan sanksi sesuai yang telah disepakati dalam aturan perundang-undangan.

Sanksi yang dijatuhkan dapat berupa sanksi sosial, penjara, bahkan hukuman mati. Misal, pelaku pencurian yang diberikan hukuman penjara sesuai dengan vonis peradilan.

Ciri-Ciri Hukum

Hukum memiliki ciri-ciri seperti berikut:

  1. Peraturan mengenai tingkah laku dalam pergaulan masyarakat.
  2. Peraturan dibuat oleh badan resmi yang berwajib.
  3. Peraturan yang dibuat bersifat memaksa.
  4. Sanksi tegas terhadap pelanggar peraturan.
  5. Berisi perintah dan larangan.
  6. Perintah dan larangan wajib dipatuhi oleh tiap individu.

Sifat Hukum

Berikut beberapa sifat dari hukum:

  • Mengatur

Hukum memuat peraturan-peraturan berupa larangan dan perintah yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya ketertiban dalam bermasyarakat.

  • Memaksa

Hukum bersifat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya. Apabila melanggar hukum, maka akan menerima sanksi tegas sesuai dengan apa yang diperbuat.

  • Melindungi

Hukum dikatakan melindungi karena dibentuk untuk melindungi hak tiap individu serta menjaga keseimbangan yang serasi dengan berbagai kepentingan yang ada.

Tujuan Hukum

Tujuan hukum memiliki sifat universal seperti ketertiban, kedamaian, ketenteraman, kesejahteraan dan kebahagiaan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan adanya hukum maka tiap perkara dapat di selesaikan melalui proses pengadilan dengan perantara hakim berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, selain itu hukum bertujuan untuk menjaga dan mencegah agar setiap orang tidak dapat menjadi hakim atas dirinya sendiri.

Berikut tujuan dari hukum:

  1. Mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat.
  2. Sebagai sarana demi mewujudkan keadilan sosial (lahir batin).
  3. Mengatur kehidupan manusia agar tercipta rasa damai.
  4. Memberikan petunjuk bagi setiap individu dalam pergaulan masyarakat.
  5. Menjamin kebahagiaan bagi masyarakat.
  6. Sebagai sarana penggerak pembangunan.
  7. Hukum bertujuan sebagai fungsi kritis.

Fungsi Hukum

pengertian hukum dan contohnya

Adapun fungsi dari hukum yaitu:

  1. Sebagai fungsi keadilan, hukum sebagai penjaga, pelindung, dan memberikan keadilan bagi setiap orang.
  2. Sebagai fungsi perlindungan, hukum melindungi masyarakat dari suatu ancaman yang dapat membahayakan.
  3. Sebagai fungsi pembangunan, hukum dijadikan sebagai acuan tujuan Negara.

Fungsi hukum secara umum adalah:

  1. Untuk melindungi kepentingan semua orang.
  2. Untuk ketertiban dan keteraturan masyarakat.
  3. Untuk menyelesaikan pertikaian.
  4. Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial (lahir batin).
  5. Sebagai alat kritik.
  6. Sebagai alat perubahan sosial.

Pentingnya Hukum

Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, hukum merupakan sebuah kewajiban. Oleh karena itu, Negara harus berlandaskan pada hukum. Hukum tidak hanya untuk menciptakan keadilan, namun juga ketertiban dan ketenteraman. Alasan pentingnya hukum adalah:

1. Melindungi dan mengayomi hak-hak warga Negara

Hukum berfungsi mengayomi dan melindungi hak-hak warga Negara. Hak setiap orang secara kodrati sudah melekat pada diri manusia sebagai anugerah Tuhan. Hukum dibuat untuk menjamin agar hak tersebut terus dijaga. Dengan adanya hukum, tidak akan seorang pun yang sesuka hati melanggar hak orang lain.

2. Memberikan kepastian hukum bagi warga Negara

Sebuah Negara yang tidak memiliki kepastian hukum pasti akan mengalami kekacauan. Lihatlah negara-negara yang tengah dilanda perang. Perang merupakan salah satu kondisi di mana kepastian hukum telah hancur pada tingkat yang paling rendah. Semua orang dapat bertindak sesuka hatinya, dan berlakunya hukum rimba.

3. Menciptakan ketertiban dan ketenteraman

Hukum dapat menciptakan ketertiban dan ketenteraman. Masyarakat akan tertib dan teratur apabila hukum ditaati oleh warganya. Sulit dibayangkan, jika pada lingkup masyarakat tidak terdapat aturan hukum, maka yang terjadi adalah hilangnya ketertiban dan kehancuran.

4. Memberikan rasa keadilan bagi warga Negara

Hukum tidak hanya menciptakan ketertiban dan ketenteraman, namun juga keadilan bagi warga Negara. Keadilan dapat diartikan apabila seseorang menerima sesuai dengan hak dan kewajibannya. Dengan kata lain, tiap orang harus menerima bagian yang sama.

Pembagian Hukum

Secara umum, terdapat 8 pembagian hukum yang terdapat di Negara Indonesia ini. Berikut beberapa jenisnya:

1. Hukum Berdasarkan Sumbernya

  • Hukum Undang-Undang

Hukum ini telah tertera pada peraturan perundang-undangan.

  • Hukum Traktat

Suatu perjanjian yang disepakati antara dua Negara atau lebih dalam bidang keperdataan.

  • Hukum Adat

Hukum adat dibuat berdasarkan peraturan-peraturan kebiasaan di suatu daerah.

  • Hukum Doktrin

Suatu pernyataan yang bersumber pada pendapat seseorang atau beberapa orang ahli hukum dan disetujui semua pihak.

  • Hukum Yurisprudensi

Hukum ini dibuat berdasarkan putusan hakim terdahulu guna menyelesaikan perkara yang sama.

2. Hukum Berdasarkan Tempatnya

  • Hukum Nasional

Hukum yang hanya berlaku di dalam wilayah suatu Negara.

  • Hukum Internasional

Hukum yang mengatur mengenai hubungan antar Negara dalam dunia internasional.

3. Hukum Berdasarkan Sifatnya

  • Hukum yang Mengatur

Hukum yang dapat dikesampingkan jika pihak-pihak yang bersangkutan sudah memiliki peraturan sendiri.

  • Hukum yang Memaksa

Hukum yang sifatnya mutlak dan memaksa, entah bagaimanapun keadaannya.

4. Hukum Berdasarkan Isinya

  • Hukum Privat

Hukum privat mengatur hubungan antara sesama manusia berdasarkan kepentingannya. Berikut beberapa contoh hukum privat seperti hukum dagang, hukum sipil, hukum perdata.

  • Hukum Publik

Hukum publik mengatur hubungan setiap orang di dalam masyarakat dengan Negara dan berkaitan erat dengan kepentingan umum. Misalnya hukum pidana, hukum tata Negara, hukum administrasi Negara.

5. Hukum Berdasarkan Cara Mempertahankannya

  • Hukum Formal

Hukum ini mengatur mengenai bagaimana cara melaksanakan hukum material.

  • Hukum Material

Hukum ini mengatur mengenai kepentingan dan hubungan yang mana wujudnya berupa perintah-perintah dan larangan.

6. Hukum Berdasarkan Waktunya

  • Ius Constitutum

Ius Constitutum adalah hukum positif yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu.

  • Ius Constituendum

Ius Constituendum adalah hukum yang diharapkan berlaku pada masa mendatang.

  • Hukum Asasi

Hukum asasi adalah hukum alam yang berlaku di semua tempat, dalam segala waktu, dan untuk segala bangsa di dunia.

7. Hukum Berdasarkan Bentuknya

  • Hukum Tertulis

Hukum yang termuat di berbagai kitab perundang-undangan.

  • Hukum Tidak Tertulis

Hukum yang legal di suatu masyarakat dan harus dipatuhi, meskipun tidak tertulis.

8. Hukum Berdasarkan Wujudnya

  • Hukum Subyektif

Hukum subyektif adalah hukum yang diberlakukan pada pihak-pihak tertentu saja, atau disebut juga dengan hak.

  • Hukum Obyektif

Hukum obyektif adalah hukum yang terdapat di dalam suatu Negara dan berlaku secara umum.

Sikap Patuh Terhadap Hukum

pengertian hukum di indonesia

a. Sikap Patuh di Lingkungan Keluarga

Anggota keluarga merupakan peranan penting dalam mengembangkan kesadaran diri terhadap pentingnya patuh terhadap hukum. Berikut beberapa contoh sikap patuh seperti:

  1. Patuh terhadap orang tua.
  2. Menghormati anggota keluarga.
  3. Taat terhadap peraturan yang telah dibuat bersama.
  4. Menjaga nama baik keluarga.
  5. Melaksanakan ibadah tepat waktu.

b. Sikap Patuh di Lingkungan Sekolah

Lingkungan sekolah dapat menjadi tempat pembelajaran atau pembentukan kepribadian seseorang. Contoh sikap patuh pada lingkungan sekolah adalah:

  1. Menghormati kepala sekolah, guru, dan karyawan lainnya.
  2. Memakai seragam yang lengkap sesuai dengan jadwal.
  3. Datang ke sekolah secara tepat waktu.
  4. Mendengarkan ketika guru menyampaikan.
  5. Mengerjakan tugas yang diberikan kepada murid.

c. Sikap Patuh di Lingkungan Masyarakat

Dengan adanya hukum, tentu kehidupan bermasyarakat akan terasa nyaman dan rukun. Berikut contoh patuh terhadap hukum di lingkungan masyarakat:

  1. Turut serta ketika terdapat kegiatan seperti kerja bakti ataupun siskamling.
  2. Selalu menjaga ketertiban, keamanan, dan ketenteraman.
  3. Menghormati tetangga.
  4. Membayar atau melunasi iuran warga.
  5. Tidak meresahkan warga.

d. Sikap Patuh dalam Berbangsa/Negara

Demi keberlangsungan sebuah Negara, tentu di setiap Negara memiliki aturan hukum tersendiri. Contoh sikap patuh dalam bernegara adalah:

  1. Memiliki KTP ketika sudah cukup umur.
  2. Memiliki SIM ketika mengendarai kendaraan.
  3. Menjaga nama baik Bangsa dan Negara.
  4. Tepat waktu dalam membayar pajak.
  5. Menghormati antar sesama Negara.

Selain contoh diatas, terdapat juga sikap patuh terhadap hukum dalam keseharian seperti mencuri, menerobos lampu merah, menganiaya orang lain, dll.

Hukum dibuat guna memberikan rasa aman, damai, dan tenteram kepada semua orang. Hukum dibuat bukan untuk dilanggar, namun untuk ditaati. Barangsiapa yang melanggar hukum maka akan mendapat sanksi sesuai terhadap kasus pelanggarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *