Otot Lurik: Pengertian, Ciri, Bagian, Fungsi

1 min read

Otot lurik

Otot lurik atau disebut juga dengan otot rangka adalah sejenis otot yang menempel pada rangka tubuh dan digunakan untuk pergerakan. Sesuai namanya, otot ini memiliki tampilan lurik antara gelap (aktin) dan terang (miosin) dengan tampilannya yang selang seling.

Otot yang terdapat pada rangka tubuh ini dapat digerakkan atas kehendak kita, sehingga disebut sebagai otot motorik. Otot lurik juga mampu bekerja dengan keras karena memiliki banyak inti sel. Namun, otot ini juga membutuhkan istirahat setelah beraktivitas karena mudah lelah.

Nah, disini Tamilchill akan menguraikannya beserta gambar agar tidak membosankan.

Ciri-Ciri Otot Lurik

Otot lurik memiliki ciri yang membedakannya dengan otot lainnya. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:

  • Terdapat pada otot paha, otot betis, otot dada, dan seluruh rangka tubuh manusia.
  • Memiliki bentuk selindris, panjang, dan memiliki banyak inti sel (multinuklei).
  • Mempunyai ribuan serabut yang membentuk jaringan otot yang tersusun rapi.
  • Bergerak dibawah kesadaran (Volunter).
  • Dapat bekerja dengan keras dan cepat namun mudah lelah, dan harus diistirahatkan secara berkala sehabis beraktivitas.
  • Umumnya, otot rangka mempunyai diameter 50 mikron dan panjang hingga 2,5 cm.
  • Melekat pada rangka tubuh manusia atau pada hewan.
  • Letak inti sel berada di tepi (perifer).
  • Cepat dalam berkontraksi (berkerut).

Bagian-Bagian Otot Lurik

Bagian-bagian dari otot rangka sebagai berikut:

1. Sarkolema

Sarkolema merupakan membran yang melapisi suatu sel otot yang berfungsi sebagai pelindung otot.

2. Sarkoplasma

Sarkoplasma merupakan cairan sel otot yang memiliki fungsi untuk tempat dimana miofibril dan miofilamen berada.

3. Miofibril

Miofibril merupakan serat-serat pada otot. Miofibril terbagi menjad dua macam, yaitu:

  • Miofilamen homogen (terdapat pada otot polos)
  • Miofilamen heterogen (terdapat pada otot jantung/otot cardiak dan pada otot rangka/otot lurik)

4. Miofilamen

Miofilamen adalah benang-benang atau filamen halus yang berasal dari miofibril.

Fungsi Otot Lurik

contoh otot lurik

Selain dari ciri dan bagiannya, otot ini juga memiliki fungsi untuk menggerakkan rangka tubuh manusia atau hewan, dan dapat bergerak leluasa sesuai dengan kehendak. Dengan begini, otot ini sangat membantu dalam bekerja secara keras dan cepat. Contoh otot lurik adalah otot lengan, otot betis, otot perut, otot paha.

Cara Kerja Otot Lurik

Otot ini bekerja dengan cara kontraksi dan relaksasi. Kontraksi yaitu saat melakukan gerakan yang memerlukan kekuatan dan kerja lebih ekstra, seperti saat menaiki tangga atau berlari. Sedangkan relaksasi dilakukan saat selesai beraktivitas atau melakukan tugas berat dengan melenturkan bagian tubuh, seperti yang biasa dilakukan adalah dengan merenggangkan tubuh.

Dengan begitu, maka Anda dapat mencegah kram atau tekanan, sekaligus mengembalikan kekuatan setelah melakukan aktivitas yang berat.

Semua gerakan tersebut dikendalikan oleh bagian otak yang mengatur syaraf pusat dengan cara mengolah perintah manusia. Misalnya merespon untuk berjalan atau berlari kemudian meminta otot bagian tubuh yang dibutuhkan untuk bergerak mengikuti kemauan kita. Cara kerja yang dilakukan terjadi dalam keadaan sadar atau dikendalikan secara langsung oleh individu tersebut.

Demikianlah pembahasan mengenai otot lurik beserta ciri, bagian, fungsi, dan cara kerjanya. Diluar pembahasan ini, Tamilchill juga mengulas mengenai mollusca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *