Jangka Sorong: Kegunaan, Jenis, Bagian, Cara Menggunakan

2 min read

Jangka sorong

Jangka sorong merupakan sebuah alat ukur yang biasa digunakan para teknisi atau mekanis. Umumnya, alat ini digunakan untuk mengukur jarak, kedalaman, maupun ‘diameter dalam’ suatu objek dengan tingkat akurasi dan presisi yang sangat baik (±0,05 mm).

Ketelitian jangka sorong sendiri mencapai seperseratus milimeter. Bagiannya terdiri dari dua, yaitu bagian diam dan bergerak. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang jangka sorong, berikut Tamilchill akan menjelaskannya.

Kegunaan dan Cara Kerja Jangka Sorong

Berikut beberapa kegunaan dari jangka sorong dan cara kerjanya:

  • Mengukur dari sisi luar suatu benda dengan cara diapit.
  • Mengukur suatu benda dari sisi dalam yang biasanya berupa lubang dengan cara diulur.
  • Mengukur kedalaman lubang atau celah suatu benda dengan cara menusukkan atau menancapkan.

Jenis Jangka Sorong

Terdapat dua jenis jangka sorong, yaitu analog (manual) dan digital. Berikut penjelasannya:

1. Jangka Sorong Analog (Manual)

Sesuai dengan namanya, alat ini masih memakai cara manual. Anda memerlukan ketelitian yang lebih dalam menggunakan jangka sorong untuk mengetahui hasil pengukuran.

2. Jangka Sorong Digital

Sedangkan jangka sorong yang satu ini merupakan perkembangan dari model analog. Jenis vernier caliper digital dilengkapi laya digital yang berfungsi memunculkan nilai dari benda yang diukur tanpa harus menghitungnya secara manual. Memang terbilang lebih praktis, namun dalam segi harga tentu lebih mahal dibandingkan model analog.

Bagian-Bagian Jangka Sorong

Sebelum mengetahui cara menggunakannya, alangkah baiknya untuk mengetahui bagian-bagian dari jangka sorong terlebih dahulu. Berikut bagian-bagiannya:

bagian bagian jangka sorong

 

1. Rahang Dalam (inner jaws)

Rahang dalam terdiri menjadi dua, yaitu rahang tetap dan rahang geser. Rahang dalam ini memiliki fungsi untuk untuk mengukur diameter bagian luar benda. Selain itu juga untuk mengukur sisi luas, ketebalan luar atau ukuran lebar bagian luar suatu benda.

2. Rahang luar (outer jaws)

Rahang luar terdiri dari rahang tetap dan rahang geser. Rahang luar memiliki fungsi untuk mengukur diameter bagian dalam, sisi dalam, ketebalan, dan kelebaran suatu benda.

3. Pengukuran kedalaman (depth measuring blade)

Selain mengukur kedalaman suatu benda, bagian ini juga berfungsi untuk mengukur ketinggian, kedalaman, dan ketebalan.

4. Skala utama (cm)

Skala utama dalam satuan cm berfungsi untuk menyatakan ukuran utama dalam bentuk centimeter.

5. Skala utama (inchi)

Skala utama dalam satuan inchi memiliki fungsi untuk menyatakan ukuran utama dalam bentuk inchi.

6. Skala nonius (mm)

Skala nonius dalam satuan mm berfungsi sebagai skala pengukuran fraksi dalam bentuk mm.

7. Skala nonius (inchi)

Skala nonius dalam satuan mm memiliki fungsi sebagai skala pengukuran fraksi dalam bentuk inchi.

8. Mur pengunci

Mur pengunci berfungsi menahan agar bagian-bagian tertentu tidak bergerak saat berlangsungnya proses. Dengan begini, maka hasil pengukuran akan lebih objektif.

Cara Menggunakan Jangka Sorong

Berikut beberapa tahapan dalam menggunakan jangka sorong secara mudah dengan memfungsikan vernier caliper atau sigmat secara benar.

1. Langkah pertama

Kendurkan baut pengunci pada alat ukur ini terlebih dahulu. Kemudian geser rahang secara pelan, dan perkirakan ukurannya sesuai dengan benda yang sedang diukur. Pastikan ketika rahang tertutup menunjuk pada angka nol.

2. Langkah kedua

Setelah itu, bersihkan terlebih dahulu permukaan rahang dan benda yang hendak diukur. Pastikan kedua hal tersebut bersih dari kotoran. Hal ini dikarenakan agar hasil yang didapat memiliki keakuratan yang tinggi.

3. Langkah ketiga

Nah, yang terakhir adalah mengapit benda yang diukur dengan cara menutup rahang yang dibuka tadi. Dari situ, kita dapat melihat hasilnya dari membaca skala utama dan skala noniusnya.

Apabila hendak mengukur diameter pada bagian dalam sebuah benda, seperti contoh diameter cincin. Maka bagian yang digunakan untuk mengukur adalah rahang bagian atas.

Cara yang dilakukan adalah merapatkan rahang atas kemudian meletakkannya pada benda yang hendak diukur. Kemudian tarik hingga rahang menempel dan menghimpit bagian dalam benda. Pastikan posisi benda tegak lurus agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Cara Membaca Jangka Sorong

Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Nah, kami akan menjelaskan cara membacanya beserta contoh gambar seperti dibawah ini.

cara menggunakan jangka sorong

Perhatikan hasil pengukuran pada gambar. Untuk mengetahui hasil pengukurannya, hanya dibutuhkan dua langkah pembacaan:

1. Membaca skala utama: Cermati gambar diatas, 21 mm atau 2,1 cm (garis merah) merupakan angka yang terdekat dengan garis nol pada skala vernier persis di sebelah kanannya. Jadi, skala utama yang terukur adalah 21mm atau 2,1 cm.

2. Membaca skal vernier: Terdapat satu garis skala utama yang yang tepat bertemu dengan satu garis pada skala vernier. Pada gambar tersebut, garis lurus  merupakan angka 3 pada skala vernier. Jadi, skala vernier yang terukur adalah 0,3 mm atau 0,03 cm.

Contoh Soal Jangka Sorong

soal jangka sorong

Contoh soal: Tentukan hasil pengukuran pada gambar diatas dalam satuan centimeter (cm).

Penyelesaian:

Pembacaan skala utama= 10 cm (angka 10 persis bersebrangan dengan angka nol pada skala vernier disebelah kanannya).

Pembacaan skala vernier atau skala nonius= 0,02 cm (garis kedua setelah nol pada skala vernier tepat lurus dengan garis diatasnya).

Jadi, hasil pengukuran pada gambar di atas = 10 cm + 0,02 cm = 10,02 cm atau 100,2 mm.

Nah, itulah pembahasan mengenai jangka sorong yang digunakan untuk mengukur ketebalan, kedalaman, panjang dan lebar, serta diameter sebuah benda. Diharapkan pembahasan diatas mampu menambah wawasan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *