Echinodermata: Pengertian, Ciri, Sistem, Struktur, Klasifikasi

3 min read

EChinodermata

Echinodermata merupakan filum hewan laut yang meliputi teripang, bintang laut, dan beberapa kerabatnya. Hewan ini dapat ditemukan hampir di setiap kedalaman laut, dari zona intertidal ke zona abyssal. Filum ini berisi sekitar 7000 spesies yang masih hidup, sehingga menjadi pengelompokan terbesar kedua setelah chordata.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai echinodermata, berikut Tamilchill akan menguraikannya beserta gambar agar tidak membosankan.

Tamilchill juga meyajikan artikel mengenai sel hewan.

Pengertian Echinodermata

Echinodermata diambil dari bahasa Yunani, yaitu “echi” yang memiliki arti berduri, dan “derma” yang berarti kulit. Echinodermata merupakan sebuah divisi dari hewan laut. Keluarga hewan ini berhabitat di laut atau air payau.

Umumnya, echinodermata bergerak dengan lambat dan tidak ada yang hidup bersifat parasit. Beberapa spesies hidup menempel (sesil). Echinodermata dewasa mempunyai tubuh dengan bentuk simetri radial, yaitu bagian tubuh yang sama didistribusikan dalam susunan melingkar disekitar poros tengah. Sedangkan larvanya memiliki tubuh simetri bilateral, yaitu bagian tubuh yang satu berdampingan dengan bagian tubuh yang lain, dan jika ditarik garis dari depan ke belakang maka akan di dapati bagian tubuh yang sama antara kiri dan kanan.

Ciri-Ciri

  • Tubuh echinodermata terdiri atas 3 lapisan dan mempunyai rongga tubuh atau disebut juga dengan tripoblastik
  • Bergerak dengan ambulakral, yakni kaki tabung dengan lubang-lubang kecil yang berfungi untuk menghisap
  • Memiliki bentuk tubuh yang simetri bilateral pada saat masih larva, sedangkan pada saat dewasa bentuk tubuhnya simetri radial
  • Mempunyai sistem pencernaan sempurna kecuali bintang laut karena tidak memiliki anus
  • Kulit tubuh terdiri atas zat kitin
  • Perkembangbiakan secara seksual
  • Tidak memiliki sebuah sistem ekskresi
  • Permukaan tubuh terdiri atas tonjolan-tonjolan yang menyerupai duri
  • Memiliki sebuah sistem tabung jaringan hidrolik

Sistem Organ

  • Sistem peredaran darah: Echinodermata masih belum jelas, masih dideskripsikan secara sederhana, yaitu pembuluh darah berawal dari yang mengelilingi mulut, kemudian berjabang pada setiap kaki tabung
  • Sistem pernapasan: Dilakukan dengan menggunakan insang atau pupula (tonjolan pada rongga tubuh)
  • Sistem persarafan: Memiliki saraf dengan bentuk seperti cincin atau melingkar yang terletak pada bagian mulutnya, sedangkan untuk bagian lengan dan bagian kaki tabung terdapat saraf radial yang berbentuk menyerupai tali
  • Sistem pencernaan: Berupa mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Dapat dikatakan, sistem pencernaannya sudah sempurna. Tetapi tidak terdapat sistem ekskresi pada hewan Echinodermata

Struktur Tubuh

gambar echinodermata

  • Ukuran tubuh bervariasi dengan diameter 1 – 36 cm
  • Tubuh tersusun dalam sumbu oral-aboral dan tidak memiliki kepala
  • Bentuk simetri bilateral yang kemudian mengalami metamorfosis dewasa dengan bentuk tubuh simetri radial dengan lima penjuru
  • Mulut terletak di bawah dan anus terletak di atas (tripblastik selomata)
  • Mempunyai sistem ambukaral, gerakan terjadi dengan cara mengubah tekanan air yang diatur sistem pembuluh air yang berkembang dari selom
  • Kulit keras karena terbuat dari zat kapur
  • Memiliki sistem pencernaan yang sempurna

Reproduksi

Reproduksi echinodermata bervariasi dan sering kompleks. Kebanyakan echinodermata bereproduksi secara seksual, sementara beberapa spesies diketahui bereproduksi secara aseksual atau melalui tunas. Lalu, bagaimana cara reproduksi echinodermata?

  • Reproduksi aseksual

Reproduksi aseksual biasanya melibatkan pembagian tubuh menjadi dua bagian atau lebih (fragmentasi) dan regenerasi bagian tubuh yang hilang. Fragmentasi merupakan cara reproduksi yang umum yang digunakan oleh beberapa spesies asteroida, Ophiuroidea, dan teripang. Dalam beberapa spesies, reproduksi seksual ini tidak diketahui terjadi.

  • Reproduksi seksual

Pada reproduksi seksual, telur (hingga beberapa juta) dari betina dan spermatozoa dari jantan berada di bagian dalam perairan (pemijahan), di mana sel telur dibuahi. Kebanyakan echinodermata bertelur pada siklus tahunan, dengan periode pemijahan biasanya berlangsung satu atau dua bulan selama musim semi atau musim panas. Beberapa spesies, bagaimanapun, mampu melakukan pemijahan sepanjang tahun.

Cara Hidup

Echinodermata adalah hewan yang hidup secara bebas, dalam artian habitat hewan ini dapat dimana saja, bisa di laut pantai sampai laut dalam. Makanan tergantung kepada jenisnya, contoh makanannya adalah plankton, atau organime yang mati/ membusuk.

Klasifikasi

perbedaan kelas echinodermata

Perbedaan kelas echinodermata dikelompokkan menjadi lima, yaitu Asteroidea, Echnoidea, Ophiuroidea, Holothuroidea, dan Crinoidea. Berikut perbedaannya :

1. Asteroidea

Asteroidea adalah hewan berbentuk bintang yang biasa disebut bintang laut. Asteroida biasa ditemui di laut pantai. Asteroidea merupakan kelas filum echinodermata yang memiliki spesies terbanyak, yaitu sekitar 1.600 spesies. Archoidea memiliki bagian tubuh oral (Bagian tubuh dengan mulut) dan bagian aboral (Bagian tubuh dengan anus).

Kelas asteroidea memiliki sistem ambulakral yang terdiri dari pembuluh darah air (jaringan hidrolik) yang akan membentuk kaki/ lengan. Bagian Kaki/ lengan memiliki fungsi sebagai alat gerak, untuk menempel, dan untuk menemukan makanan. Asteroidea juga mempunyai saluran cincin yang terletak di pusat tubuh, serta saluran radial yang merupakan cabang saluran cincin di bagian lengan.

2. Echinoidea

Bulu Babi atau landak laut merupakan salah satu jenis dari kelas Echinoidea. Bentuk tubuh utamanya agak bulat dan tidak memiliki lengan, namun terdapat banyak sekali duri. Ada yang memiliki duri pendek, ada juga yang memiliki duri panjang. Duri dari Echinoidea terbentuk oleh zat kapur. Tubuh Echinoidea mempunyai otot yang berfungsi untuk memutar duri tersebut sehingga dapat membuatnya bergerak. Mulut dari hewan ini mempunyai struktur mirip rahang yang membantu dalam memakan mangsa.

3. Ophiuroidea

Ophiuroidea merupakan kelas yang berbentuk menyerupai bintang laut, namun memiliki lengan yang lebih panjang, lebih kurus, dan cakram pusat tubuh yang lebih jelas. Apabila kakinya digerakkan maka pergerakannya menyerupai ular, tidak heran kelas ophiuroidea disebut juga sebagai bintang mengular.

Kaki tabung kelas ini tidak memiliki penyedot dan bergerak dengan mencambukkan kakinya, sehingga kakinya rawan akan patah. Kaki/ lengan ini juga berfungsi untuk menangkap mangsa yang nantinya akan dimasukkan ke dalam mulut. Beberapa jenis dari kelas ini pemakan cacing, moluska, suspensi atau bangkai. Hewan ini tidak memiliki anus dan biasanya hidup di sela bebatuan.

4. Holothuroidea

Holothuroidea masuk dalam kelas filum Echinodermata yang memiliki tubuh bulat memanjang dari permukaan oral ke permukaan aboral. Tubuhnya terlihat seperti bentuk buah timun sehingga sering disebut dengan timun laut. Namun, konsistensi tubuhnya sedikit berbeda dengan kelas lain, bentuk tubuh hewan ini lunak dan halus. Kelas ini memiliki bagian tubuh kelipatan lima dan memiliki sistem ambulakral. Timun laut juga mempunyai tentakel pada bagian oral yang berjumlah 10 – 30 buah.

5. Crinoidea

Crinoidea memiliki tubuh yang menyerupai bunga atau tumbuhan. Crinoidea termasuk anggota filum echinodermata yang memiliki spesies paling sedikit (sekitar 550 spesies) dan merupakan kelompok paling primitif. Hewan ini hidup di pantai sampai dengan kedalaman laut 3.500 meter di bawah permukaan laut. Tubuhnya tidak terdapat duri, namun ada juga yang bertangkai dan tidak bertangkai. Apabila memiliki tangkai maka disebut lilia laut, sedangkan yang tidak memiliki tangkai disebut bintang laut berbulu.

Peranan

Echinodermata memiliki banyak manfaat, khususnya untuk manusia. Namun, dilain sisi juga dapat merugikan. Selengkapnya, simak penjelasan berikut:

Manfaat

  • Bulu babi dapat diambil gonadnya untuk dikonsumsi
  • Holothuria (mentimun laut) diperdagangkan sebagai teripang kering atau kerupuk teripang.
  • Echinodermata memakan bangkai-bangkai, sehingga penting dalam pembersihan lingkungan

Kerugian

  • Achanbasther adalah hama pada terumbu karang, karena memakan polip Coelenterata
  • Bintang laut sering memakan kerang mutiara

Itulah pembahasan mengenai echinodermata beserta ciri, sistem, struktur, reproduksi, klasifikasi, dan lain sebagainya. Semoga dapat bermanfaat dan diharapkan mampu menambah pengetahuan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *